Rabu, 14 Oktober 2009

GEJALA – GEJALA DALAM PSIKOLOGI

I. GEJALA PENGENALAN ( KOGNISI )

1. PENGINDERAAN DAN PENGAMATAN
A. Pengindraan
Penginderaan atau pendirian adalah penyaksian indera kita atas rangsang yang merupakan suatu kompleks (suatu kesatuan yang kabur,tidak jelas). Bagian-bagian atau unsur-unsur dari rangsang belum terurai, masih menjadi satu bahkan diri kita seakan-akan termasuk didalamnya. Jadi jiwa kita pasif. Seperi panas terik matahari yang kita rasakan waktu kita asyik bermain sepakbola.
B. Penagamatan
Pengamatan ( pencerapan, percption ) adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang. dalam pengamatan dengan sadar orang dapat memisahkan unsur-unsur dari obyek. Seperti becak yang melampui kita,mula-mula nampak dalam kebulatannya,tetapi kemudian makin jelas catnya, belnya, pengendarnya, dll.
Pada umumnya penginderaan selalu disusul dengan pengamatan, terutama rangsang-rangsang yang menarik perhatian. Dalam pengamatan jiwa kita aktif. Hal ini terbukti dengan beberapa contoh yang lazim disebut osilasi yaitu perhatian yang beralih-alih / meloncat-loncat. Lain dengan halusinasi ( gambaran khayal ) yang timbul apabila kita menyangka atau melihat, mendengar sesuatu pada hal obyeknya tidak ada. Misalnya merasa melihat orang, tetapi nyatanya tidak ada orang. Juga lain dengan ilusi yaitu: salah menafsirkan rangsang. Jadi pengamatan tidak sesuai dengan kenyataan atau salah pandang.


2. TANGGAPAN


Tanggapan dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan, dimana obyek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan pengamatan. Misalnya kesan pemandangan alam yang baru kita lihat.
Tanggapan disebut laten apabila tanggapan tersebut ada dibawah sadar atau tidak kita sadari.dan disebut actual apabila tanggapan tersebut kita sadari.
Apabila tanggapan-tanggapan yang kita sadari itu langsung berpengaruh pada kehidupan kejiwaan ( berpikir, perasaan dan pengenalan) maka, fungsi tanggapan tadi disebut sebagai fungsi primer. apabila tanggapan-tanggapan yang sudah kita sadari dan ada dibawah sadar masih terus berpengaruh terhadap kehidupan kejiwaan kita, maka fungsi tanggapan itu disebut sebagai fungsi sekunder.
Individu yang memiliki fungsi sekunder lemah atau memiliki fungsi primer dominan, maka mempunyai ciri-ciri khas, banyak gerakannya, lincah , menarik, ramah mudah mengerti, namun dangkal pengetahuaanya, berani, banyak humor, empunyai kecenderunagan berlebih-lebihan, bermulut besar,gembira,akan tetapi juga mudah berkecil hati. Orang yang mempunyai fungsi sekunder dominan memiliki sifat-sifat; suasana hatinya tenang, tekun, hemat, teliti, wataknya tertutup, berbicara dan tertawanya sedikit, sering kelihatan kaku, tidak menarik dan membosankan.

Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan :

1. Pengamatan terikat pada tempat dan waktu,sedang tanggapan tidak terikat pada tempat dan waktu.
2. Obyek pengamatan sempurna dan mendetail,sedangkan obyak tanggapan tidak mendetail dan kabur.
3. pengamatan memerlukan perangsang,sedang pada tanggapan tidak perlu ada perangasang.
4. Pengamatan bersifat sensoris, sedang tanggapan bersifat immaginer.

3. REPRODUKSI DAN ASSOSIASI


Reproduksi adalah pemunculan tanggapan-tanggapan dari keadaan dibawah sadar ( tidak disadari ) ke dalam keadaan disadari. Misalnya mengingat kembali sesuatu yang telah kita amati dan kita alalmi.
Reproduksi dapat juga terjadi karena adanya perangsang atau pengaruh dari luar, misalnya karena melihat gedung fakultas , teringatlah akan dosen-dosennya, teringat akan cinta pertama dikampus.


Assosiasi tanggapan adalah sangkut paut antara tanggapan satu dengan yang lain didalam jiwa. Tanggapan yang berassosiasi cenderung untuk mereproduksi, artinya apabila yang satu disadari, maka yang lain ikut pula disadari.
Bagi psikolog modern hanya mengenal satu hukum assosiasi yaitu hukum kontinuitas, yaitu tanggapan-tanggapan akan terasosiasi satu sama lain, apabila mereka kontinu, berdampingan atau berbatasan satu sama lain, karena timbul bersamaan ( koeksisten ) secara suksesif didalam kesadaran.

4. INGATAN ( MEMORY )

Ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Jadi ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan, yaitu menerima kesan-kesan, menyimpan dan mereproduksikan.
Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. Prestasi ingatan berhubungan erat dengan kondisi jasmani, misalnya kelelahan, sakit.Ingatan paling tajam pada diri manusia ialah kurang lebih pada masa kanak-kanak (10-14 tahun), dan ini baik sekali untuk daya ingatan mekanis yakni daya ingatan yang hanya untuk kesan-kesan penginderaan. Sesudah umur ini, kemampuan mencamkan dalam ingatan juga dapat dipertinggi, tetapi hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian ( daya ingatan logis ), berlangsung antara umur 15-50 tahun.

Cara penyelidikan ingatan:

1. Metode mempelajari ( the learnining methode ): metode ini untuk menyelidiki kemampuan ingatan dengan cara melihat sampai sejauh mana yang diperlukan atau usaha yang dijalankan oleh subyek, untuk dapat menguasai materi yang dipelajari denagan baik.
2. Metode mempelajari kembali (the relearning methode ): metodo ini merupakan metode yang berbentuk dimana subyek disuruh mempelajari materi kembali yang pernah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu seperti mempelajari materi tersebut pada saat pertama kali.
3. Metode rekonstruksi : metode ini berbentuk dimana subyek disuruh mengkonstruksi kembali suatu materi yang diberikan kepadanya.
4. Metode mengenal kembali : metode ini digunakan dengan mengambil bentuk dengan cara pengenalan kembali.
5. Metode mengingat kembali : metode ini ialah mengambil bentuk subyek disuruh mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.
6. Metode assosiasi berpasangan : metode ini mengambil bentuk subyek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan.

5. FANTASI

Fantasi adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tangapan-tanggapan atau bayangan - bayangan baru. Dapat terjadi secara disadari dan secara tidak disadari ( bila individu tidak secar sadar telah dituntut oleh fantasinya ).
Bedanya dengan berpikir :
1. Dengan berpikir kita berusaha untuk menemukan sesuatu yang sudah ada tetapi belum diketahui,dengan berfantasi kita menciptakan sesutu yang belum ada.sesuatu yang baru.
2. Berpikir terikat pada realitas, berfantasi melepaskan kita dari realitas.
Fantasi ada yang berupa fantasi pencipta ( fantasi yang mampu menciptakan hal-hal baru) dan fantasi terpimpin ( fantasi yang dituntun oleh pihak lain ).

Dilihat dari caranya, fantasi dibedakan atas :

1. Fantasi mengabstraksi yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstrasikan beberapa bagian, sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan.
2. Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan mendeterminasi terlebih dahulu.
3. Fantasi mengkombinasi yaitu cara orang berfantasi dimana orang menkombinasikan pengertian-pengertianatau bayangan - bayangan yang ada pada individu bersangkutan

6. BERPIKIR

Berpikir adalah merupakan aktivitas psikis yang intensional dan terjadi apabila seseorang menjumpai problema (masalah) yang harus dipecahkan.





Fungsi berpikir :
1. Membentuk pengertian, yaitu suatu perbuatan dalam proses berpikir ( dengan memanfaatkan isi ingatan ) bersifat riil,abstrak dan umum serta mengandung sifat hakekat sesutu.
2. Membentuk pendapat,yaitu hasil pekerjaan pikir dalam meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan lainnya,antara pengertian satu dengan lainnya dan dinyatakan dalam suatu kalimat.
3. Membentuk kesimpulan, yaitu membentuk pendapat baru yang berdasar atas pendapat-pendapat lain yang sudah ada.
Macam – macam cara menarik kesimpulan :
1. Kesimpulan yang ditarik atas dasar analogi, yaitu apabila seseorang berusaha mencari hubungan dari peristiwa - peristiwa, atas dasar adanya persamaan-persamaan atau kemiripan - kemiripannya.
2. Kesimpulan yang ditarik atas dasar induksi sintetis, yaitu metode berpikir, bertolak dari pengertian yang lebih rendah melompat kepada pengertian yang lebih tinggi, atau dengan kata lain berangkat dari pengertian yang khusus dan fakta yang unik sampai kepada pengertian yang lebih umum dengan ciri-ciri yang umum.
3. Kesimpulan yang ditarik atas dasar deduksi analitis, yaitu metode berpikir yang bertolak dari pengertian lebih tinggi / umum melompat kepada pengertian lebih rendah, dimana seseorang berangkat dari anggapan / proposisi umum menuju pada anggapan yang lebih khusus.

7. INTUISI


Intuisi adalah pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai satu peristiwa atau kebenaran, tanpa perurutan pikiran, mirip dengan ilham.
Intuisi bersifat kreatif dan menjadi bagian dari kehidupan psikis yang tidak disadari.Maka intuisi dapat dianggap sebagai bentuk berpikir tembus langsung dengan menggunakan wawasan insight menanggapi satu situasi.
Intuisi dalam pengertian keyakinan terhadap kebenaran perangsang sendiri tetapi belum ada buktinya itu, sering berlangsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa pada intuisi ini tidak jarang muncul bahaya, yaitu seseorang bertindak spontan atau bertingkah impulsif, hingga dia membuat kesalahan - kesalahan besar yang tidak terampuni.
Pada umumnya kaum wanita lebih intuitif dari pada kaum laki-laki, artinya sering mendapat intuisi. Hal ini mungkin disebabkan bahwa kaum wanita pada umumnya lebih lama merenungkan sesuatu dan lebih banyak hidup dalam alam perasaan.


II. GEJALA PERASAAN ( EMOSI )

A. Pengertihan perasaan

Perasaan termasuk gejala yang dimiliki oleh orang, hanya corak dan tingkatanya yang berbeda. Perasaan tidak termasuk gejala mengenal, walaupun demikian sering juga perasaan berhubungan dengan gejala mengenal.
Apakah perasaan itu ?
Perasaan adalah suatu keadaan kerohanian / peristiwa kejiwaan yag kita alami dengan senang / tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat sobyektif.
Gejala perasaan kita tergantung pada :
1) Keadaan jasmani, misal : badan kita dalam keadaan sakit
2) Pembawaan, misal : orang mempunyai pembawaan perasaan halus, dan sebaliknya.
3) Perasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu.

B. Tiga dimensi perasaan menurut Wundt

Telah kita ketahui bahwa perasaan itu dialami oleh individu sebagai perasaan senang / tidak senang. Namun demikian ada yang memandang bahwa soal senang atau tidak, bukanya satu – satunya dimensi dari perasaan. Menurut W.Wundt : perasaan dialami oleh individu sebagai perasaan senang / tidak senang, tetapi masih dapat dilihat dari diensi lain. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana pendapat dari Wundt mengenai perasaan. sehubungan dengan soal waktu dan perasaan Stern juga membedakan perasaan dalam 3 golongan :
1) Perasaan presens : yang bersangkutan dengan keadaan sekarang yang dihadapi.



2) Perasaan yang menjangkau maju yatu kejadian yang akan datang;
3) Perasaan yang berhubungan dengan waktu – waktu yang telah lalu.

C. Perasaan dan gejala – gejala kejasmanian

Dimuka telah dikatakan bahwa gejala perasaan tidak berdiri sendiri, melainkan bersangkut paut dengan gejala – gejala jiwa yang lain. Bahkan perasaan dengan tubuh ini memang tidak dapat dipisahkan. Misal : orang bercakap – cakap biasanya disertai gerakan tangan.

D. Macam – macam Perasaan

Dalam kehidupan sehari – hari sering didengar adanya perasaan yang tinggi dan rendah, keadaan ini menunjukan adanya klarifikasi dalam perasaan.
Menurut Max seheler tingkatan perasaan dibagi 4 macam :
1) Perasaan tingkat sensoris : perasaan yang berdasarkan atas kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian. Misal : sakit, panas, dll
2) Perasaan ini bergantung pada keadaan jasmani seluruhnya. Misal : rasa segar, lelah,dll
3) Perasaan kejiwaan : perasaan seperti rasa gembira, susah, takut, dll
4) Perasaan kepribadian : perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi. Misal : perasaan harga diri, putus asa, dll

E. Afek dan Stemming ( suasana hati )

Afek adalah peristiwa psikis sebagai rasa ketegangan hebat kuat, yang timbul dengan tiba – tiba dalam waktu singkat, tidak disadari dan disertai dengan gejala – gejala jasmaniah yang hebat pula.
Menurut Wilhem Wundt dalam sebuah analisis introspeksinya telah menemukan affek dalam 3 komponen :
1) Affek yang diserati perasaan senang dan tidak senang;
2) Affek yang menimbulkan kegiatan jiwa atau melemahkan;
3) Affek yang berisi penuh ketegangan dan penuh relaks ( mengendorkan )

Sedang Stemming adalah suasana hati yang berlangsung agak lama, lebih tenang, berkesinambungan dan ditandai dengan ciri – ciri perasaan senang atau tidak senang. Sebab – sebab suasana hati ini pada umumnya ada dalam bawah sadar, namun ada kalanya disebabkan oleh faktor jasaniah. Jika suasana ini konstan sifatnya, maka peristiwa ini disebut humeur.

F. Simpati dan empati

Simpati adalah perasaan terhadap orang lain, yaitu kecendrungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan oleh orang lain ( Feeling with another person ).

Empati adalah suatu kecendrungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain, andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut ( Feeling into a person or thing ).


III. GEJALA KEMAUAN ( KONASI )

A. Pengertihan Kemauan

Kemauan merupakan aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Misal : Seseorang yang mempunyai tujuan untuk menjadi sarjana, dengan dasar kemauan, ia belajar dengan tekun, walaupun mungkin juga sambil bekerja.
Proses kemauan untuk dapat sampai pada tindakan melalui beberapa tingkat :
1) Motif ( alasan, dasar, pendorong )
2) Perjuangan motif ( berlangsung pemilihan )
3) Keputusan
4) Perbuatan kemauan

B. Hasrat Yang Berpusat Pada Kejasmanian

Gejala hasrat ini berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada kejasmanian atau kewiyasaan. Diantara gejala hasrat ini ada yang terdapat pada tumbuh – tumbuhan, hewan, dan juga manusia.

1) Tropisme

Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak ke suatu arah terentu. Gejala ini terdapat pada barang – barang tignkat vegetatif ( tumbuh – tumbuhan ) dan animal ( hewan ).


Misal : Bunga menghadap mengarah matahari, laron terbang menyongsong sinar.
Tropisme dibedakan menjadi 2 :
a) Foto – tropisme ( Fotos = cahaya )
Yaitu tropisme yang timbul sebab adanya rangsangan cahaya Menurut arah geraknya foto – tropisme dibedakan menjadi 2 :
- Foto – tropisme positif : mengarah cahaya. Seperti Laron
- Foto – tropisme negatif : menjahui cahaya. Seperti ikan laut.
b) Helio – tropisme ( helios = matahari )
Yaitu tropisme yang timbuls sebab rangsangan matahari.
Menurut arah geraknya helio – tropisme dapat dibedakan :
- Helio – tropisme positif : bergerak mengarah matahari. Seperti : bunga matahri
- Helio – tropisme neagtif : bergerak menghindari matahari. Seperti : Kelelawar.

2) Refleks

Adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang.
a ) Ciri – ciri gerak refleks :
- terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi
- berlangsung di luar sadar ( tidak disadari )
- bersifat mekanis ( bergerak dengan sendirinya )
- Sangat terikat oleh perangsang tertentu
- Tidak berhubungan erat dengan pusat susunan urat syaraf
- Cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
b) Proses terjadinya gerak refleks
Perangsang pancaindra sel – sel syaraf ensoris urat syaraf motoris reaksi.
c) Macam – macam refleks :
- Refleks bawaan : refleks yang dibawa sejak lahir ( refleks asli / sewajarnya ). Misal : menutup mata karena menentang sinar yang sangat terang, gemetar karena lapar.
- Refleks latihan : refleks yang diperoleh dari pengalaman. Misal : Kecakapan mengendarai sepeda.
- Refleks bersyarat ( conditioned – reflex ) : refleks yang tidak tergantung pada perangsang alam yang asli, tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan rangsang alam tersebut. Supaya timbul asosiasi dengan perangsang alam perlu adanya suatu perantara, yang disebut syarat. Misal : orang yang sedang haus, melihat buah asam air liurnya keluar.

3) Insting

Kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan – dorongan nafsu dan dorongan – dorongan lain.
a) Ciri – ciri insting
- Insting lebih majemuk dari refleks.
- Bergerak ke suatu arah tujuan tanpa memerlukan latihan
- Mwrupakan bawaan, kemampuan alami.
- Berjalan secara mekanis ( dengan sendirinya )
- Sedikit banyak dapat dilatih atau diubah
- Berakar pada dorongan nafsu dan dorongan lain
- Gerak pada hewan sejak lahir tidak berubah, sedang pada manusia berubah
b) Macam – macam Instink
Pada garis besarnya instink dapa dibagi menjadi 3 :
- Dorongan instink mempertahankan diri. Seperti makan, bernafas,bermain, melindungi diri,dll
- Dorongan instink mempertahankan jenis. Seperti : Seksual, membela diri, minta tolong, sosial,dll.
- Dorongan instink mengembangkan diri. Seperti : belajar, menyelidiki, ingin tahu, dll.
c ) Perbedaan instink pada hewan dan manusia
- instink pada hewan
yaitu hewan hanya hidup dan bergerak dalam keadaan tertentu dan sukar menyesuaikan diri dengan keadaan yang serba berubah.
- instink pada manusia
yaitu manusia dapat berubah dan dapat menyesuaikan diri.





5) Automatise

Adalah gejala – gejala yang menimbulkan gerak – gerak terselenggara dengan sendirinya. Gerak ini ada 2 macam :
a) Automatisme asli : gerak automatis yang tidak digerakan oleh gejala hasrat. Seperti : gerak jantung, gerak paru – paru,dll
b) Automatisme latihan : gerak automastis yang terjadi karena sering diulang – ulang. Seperti : berjalan, bersepeda, dll.

6) Kebiasaan

Adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah – olah berjalan dengan sendirinya.
Perbedaan perbuatan kebiasaan dan automatisme :
a) Perbuatan kebiasaan : mulanya dipengaruhi oleh kerja pikir, didahului oeh pertimbangan dan perencanaan.
b) Automatisme : sebelumnya tidak dipengaruhi oleh pekerjaan pikir atau karena banyak diulang / dilatih.

7) Nafsu

Adalah dorongan yang terdapat pada tiap – tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup tertentu. Seperti makan, bertindak, merusak.dll

8) Keinginan

Adalah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Misal : nafsu makan menimbulkan keinginan untuk makan.

9) Kecendrungan( tendency )

Keinginan - keinginan yang sering muncul atau timbul.misal : gemar makan, tamak, berbuat amal, taat pada tuhan, jujur.dll

10) Hawa nafsu

Adalah kecendrungan atau keinginan yang sangat kuat dan mendesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang. Misal : nonton, judi, birahi, minuman keras, judi, dll.

C. Hasrat yang berpusat pada psikologi atau perbuatan kemauan

Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan – tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi.
Ciri – ciri kemauan :
1. Gejala kemauan adalah dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
2. Berhubungan erat dengan satu tujuan.
3. Pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan.
4. Dalam kemauan seluruh pribadi memberikan pertimbangan kemauan.
Proses munculnya kemauan :
1. Momen rangsang – rangsang : atau saat penerimaan : misal : mengerutkan kening, meleletkan lidah;
2. Momen obyektif : saat individu menyadari akan peristiwa dalam psikisnya, kesadaran mana menimbulkan gambaran akan arah yang akan dituju;
3. Momen aktual : saat individu menyadari benar bahwa dirinya sedang mengarhkan pikiranya terhadap perbuatan yang akan dilakukan;
4. Momen sobyetif : saat individu menyadari benar tentang arah tujuannya, sehingga terbentuk kamauan yang sesungguhnya. Inilah saat pengambilan keputusan.

Hal – hal yang mempengaruh kemauan :
1. Keadaan fisik : pengaruh yang berhubungan dengan dengan kindisi jasani, yakni sanggup tidaknya, mampu tidaknya,dll
2. Kadaan materi : bahan – bahn yang digunakan untuk melaksanakan keputusan kemauan;
3. Keadaan milieu ( lingkungan ) : apakah lingkungan dapat membantu atau tidak;
4. Kata hati ( consciensia )

D. Motif, Perkembangan, dan macamnya

1. Motif

Adalah dorongan yang datang dari dalam dirinya untuk berbuat. Misal : orang berlari disebabkan ada dorongan dari dalm dirinya.


Perbuatan organisme dibedakan menjadi 2 macam :
a) Perbuatan yang refleksif : perbuatan yang etrjadi tanpa disadari oleh individu yang bersangkutan. Perbuatan ini adalah reaksi dari stimulus yang diterima tidak sampai pada otak; gambaran rekasi refleksif:
Stimulus resptor efekto respon
b) Perbuatan yang disadari : perbuatan organisme atas dasar adanya motif dari individu yang bersngkutan. Prosesnya adalh sebagai berikut :
Stimulus reseptor pusat efektor respons

2. Perkembangan motif

Manuusia adalah makluk hidup yang mengalami perkembangan. Perkembangan ini berhubungan dengan masalah kemasakan ( maturation ), latihan dan proses belajar.ini juga mempengaruhi keadaan motif yang ada pada individu. Sejak manusia lahir sudah membawa motif – motif tertentu, terutama motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu sebgai organisme, motif ini bersifat alami.tetapi kemudian motif – motif itu sebagai akibat dari perkembangan individu akan mengalami perkembangan juga.

3. Macam – macam motif

Menurut Woodworth dan maquis motif dapat dibedakan menjadi 3 macam :
a) Motif yang berhubungan dengan kejasmanian ( organic needs ) : motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup. Seperti : minum, seks, istirahat, dll.
b) Motif darurat ( emergency motives ) : motif untuk tindakan yang sifatnya segera karena keadaan sekitar menuntutnya. Seperti : motif melepaskan diri dari bahya.
c) Motif obyektif ( obyektive motives ) : Motif untu mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya, baik terhadap orang – orang atau benda – benda. Seperti : motif minat, motif manipulasi, motif eksplorasi.


IV. GEJALA CAMPURAN

1. PERHATIAN

A. Perhatian dan Kesadaran

Perhatian berhubungan erat dengan kesadaran jiwa terhadap sesuatu obyek yang direaksi pada sesuatu waktu.
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek, baik di dalam maupun di luar dirinya.

B. Syarat – syarat agar perhatian mendapat manfaat sebanyak – banyaknya

1) Inhibisi : pelarangan atau penyingkiran isi kesadaran yang tidak diperlukan, atau menghalang – halngi masuk ke dalam lingkungan kesadaran. Misal : ketika kita akn emnghadapi ujian, maka hendaknya ada inhibisi, yaitu membuang segala apa yang membuat pikiran kita terganggu;
2) Appersepsi : pengerahan denga sengaja semua isi kesadaran, termasuk tanggapan, pengertihan, dan sebagainya yang telah dimiliki dan bersesuaian dengan obyek pengertihan. Misal : kita mempelajari Agama hindu di Indonesia, supaya terjadi peristiwa appersepsi yang sebaik –baiknya, maka kita perlu mempunyai barang – barang peninggalan yang ada hubunganya dengan itu, missal : candi –candi, arca – arca, dll.
3) Adaptasi ( penyesuaian diri ) : penyesuaian diri antara subyek dan obyek.

C. Macam – macam Perhatian

1) Perhatian spontan dan disengaja

Adalah perhatian yang timbul dengan sendirinya oleh karena tertarik pada sesuatu yang tidak didorong oleh kemauan, perhatian, disengaja, yakni kemauan karena adanya tujuan tertentu. Misal : seseorang diberi tugas oleh guru, karena adanya tugas maka seorang siswa tersebut menjadi rajin belajar.

2) Perhatian statsis dan dinamis

Perhatian statis adalah : pehatian yang tetap terhadap sesuatu. Ada seseorang yang dapat mencurajkan kepada sesuatu solah – olah tidak berkurang kekuatanya. Misal : seseorang yang sudah senang sekali dengan musik, maka orang tersebut akan sulit untuk berpindah terhadap obyek lain.

Perhatian dinamis : perhatian yang mudah berubah – rubah, mudah bergerak, mudah berpindah dari obyek satu ke obyek yang lain. Supaya perhatian kita terhadap sesuatu tetap kuat, maka tiap – tiap kali perlu diberi perangsang baru.

3) Perhatian konsentratif dan distributif

Perhatian konsertratif ( perhatian memusat ) : perhatian yang hanya ditunjukkan kepada satu obyek ( masalah ) tertentu. Misal : seseorang sedang memecahkan soal aljabar yang sangat sulit.
Perhatian distributif ( perhatian yang terbagi – bagi ) : dengan sifat ini orang dapat membagi – bagi perhatiannya kepada beberapa arah dengan sekali jalan / dalam waktu yang bersamaan. Misal : guru sedang mengajar, sopir sedang mengemudi mobil.

4) Perhatian sempit dan luas

Perhatian sempit : orang yang mempunyai perhatian sempit dengan mudah dapat memusatkan perhatiannya kepada suatu obyek yang terbatas.
Perhatian luas : orang yang mempunyai perhatian luas mudah sekali tertarik oleh kejadian – kejadian sekelilingnya, perhatiannya tidak mengarah kepada hal –hal tertentu.

5) Perhatian fiktif dan fluktuatif

Perhatian fiktif ( perhatian melekat ) : perhatian yang mudah dipusatkan pada suatu hal yang boleh dikatakan bahwa perhatiannya dapat melekat lama pada obyeknya. Orang demikian biasanya teliti, selektif, dsb.
Perhatian fluktuatif ( bergelombang ) : memperhatikan bermacam – macam hal sekaligus, tetapi kebanyakan tidak seksama.

D. Jenis – jenis perhatian

Perhatian dapat dibeakan menurut bentuk dan sifatnya.

1) Perhatian menurut bentuknya :

a) Perhatian sengaja : perhatian yang terjadi apabila individu ingin menyaring secara kuat dan ingin menangkap kesan penginderaan secara lebih jelas. Misal : seoarnag mahasiswa yang sedang memperhatikan penjelasan seorang Dosen.
b) Perhatian tidak sengaja : perhatian dalam mana tidak ada usaha sadar dari individu, untuk memusatkan perhatiannya pada suatu penginderaan tertentu, tetapi inderanya secara tak sengaja terpusakan pada bagian indera tertentu. Misal : adanya rasa sakit, lapar, haus, dll.
c) Perhatian habitual : kecendrungan individu untuk memusatkan perhatiannya pada hal –hal tertentu dalam setiap keadaan lngkungan dengan meninggalkan perangsang – perangsang lainnya. Misal : ada dua orang berjalan, yang satu ahli biologi dan satunya seorang seniman, maka yang diperhatikan adalah beda.

2) Perhatian menurut sifatnya :

a) perhatian spontan langsung atau direct dan perhatian paksaan : perhatian yang tidak dengan sengaja, individu merasa senang terhadap obyek yang diamati.
b) Perhatian konsentratif dan perhatian distributif yaitu mengacu pada obyek yang diamati.
c) Perhatian sempit dan perhatian perseveratif : manakala terjadi fiksasi dan perhatian kepada satu obyek yang terbatas.
d) Perhatian sembarangan ( random attention ) : perhatian yang tidak tetap, mudah berubah – ubah, berpindah – pindah dari obyek satu ke obyek yang lain, dn tidak tahan lama.


2. KELELAHAN


A. Gejala kelelahan pada manusia

Adalah gejala berurangnya manusia untuk melakukan sesuatu.

B. Sebab – sebab kelelahan

1) Kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jasamani. Misal : menyangkul, berolahraga, berjalan jauh, dll.
2) Kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jiwa. Misal : memikirkan masalah – masalah yang pelik, mengerjakan soal – soal hitungan, dll.




C. Macam – macam kelelahan

1) kelelahan jasmani : kalau kekuatan jasmani berkurang, maka tidak dapat melakukan sesuatu dengan semestiny.
2) Kelelahan rohani : klau kekuatan jiwa berkurang, maka tidak dapat melakukan pekerjaan psikis dengan semestinya.

D. Hubungan kelelahan jasmani dan rohani

Manusia adalah suatu psiko – somatis, selamanya tidak dapat diadakan pemisahan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu kelelahan jasmani tidak dapat dipisahkan dengan kelelahan rohani, dan sebaliknya. Hal – hal yang mungkin terjadi :
1) baik kelesuan jasmani maupun rohani dirasakan oleh seluruh tubuh
2) pekerjaan jasmani dapat menimbulkan kelelahan jasmani pun dapat menimbulkan kelelahan rohani;
3) pekerjaan rohani dapat enimbulkan kelelahan jasmani;
4) kelelahan jasmani dapat mengurangkan kegiatan jiwadan jasmani.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa antara jasmani dan rohani mempunyai hubungan timbal bali dan saling mempengaruhi.

E. Usaha –usaha untuk menghilangkan kelesuan

Cara menghilangkan lesu pada umumnya orang beristrahat, atau menghentikan apa yang dikerjakan. Tentang menghentikan aktifitas sudah barang tentu harus disesuaikan dengan jenis aktifitasnya.
1) menghentikan pekerjaaan jasmani untuk menghilangkan kelesuan jasmani;
2) Menghilangkan pekerjaan rohani untuk menghilangkan kelesuan rohani;

3. SUGESTI

A. Pengertihan Sugesti

Adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan, dan kemauannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui atau meyakini apa yang dikehendaki dari padanya.

B. Cara – cara untuk menyugesti

1) Dengan membujuk.;
2) Dengan memuji;
3) Denagn menakut – nakuti;
4) Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan.

C. Alat – alat sugesti

Sehubungan dengan cara – cara menyugesti, kita ,engenal alat – alat utuk menamakan pengaruh sugesti kepada pihak lain, antara lain :
1) Mata ( pandangan tajam, lemah lembut, dll )
2) Roan muka ( manis, kasih sayang, dll )
3) Teladan ( tingkah laku yang baik, sopan santun, kejujuran, dll )
4) Gambar ( gambar majalah – majalah, mingguan, buku – buku, dll )
5) Suara ( merdu, sinis, perintah, dll )
6) Warna ( dala reklame, sandiwara )
7) Slogan atau semboyan ( dalam rapat – rapat, pembangunan, dll )





I. GEJALA PENGENALAN ( KOGNISI )

1. PENGINDERAAN DAN PENGAMATAN
A. Pengindraan
Penginderaan atau pendirian adalah penyaksian indera kita atas rangsang yang merupakan suatu kompleks (suatu kesatuan yang kabur,tidak jelas). Bagian-bagian atau unsur-unsur dari rangsang belum terurai, masih menjadi satu bahkan diri kita seakan-akan termasuk didalamnya. Jadi jiwa kita pasif. Seperi panas terik matahari yang kita rasakan waktu kita asyik bermain sepakbola.
B. Penagamatan
Pengamatan ( pencerapan, percption ) adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang. dalam pengamatan dengan sadar orang dapat memisahkan unsur-unsur dari obyek. Seperti becak yang melampui kita,mula-mula nampak dalam kebulatannya,tetapi kemudian makin jelas catnya, belnya, pengendarnya, dll.
Pada umumnya penginderaan selalu disusul dengan pengamatan, terutama rangsang-rangsang yang menarik perhatian. Dalam pengamatan jiwa kita aktif. Hal ini terbukti dengan beberapa contoh yang lazim disebut osilasi yaitu perhatian yang beralih-alih / meloncat-loncat. Lain dengan halusinasi ( gambaran khayal ) yang timbul apabila kita menyangka atau melihat, mendengar sesuatu pada hal obyeknya tidak ada. Misalnya merasa melihat orang, tetapi nyatanya tidak ada orang. Juga lain dengan ilusi yaitu: salah menafsirkan rangsang. Jadi pengamatan tidak sesuai dengan kenyataan atau salah pandang.


2. TANGGAPAN


Tanggapan dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan, dimana obyek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan pengamatan. Misalnya kesan pemandangan alam yang baru kita lihat.
Tanggapan disebut laten apabila tanggapan tersebut ada dibawah sadar atau tidak kita sadari.dan disebut actual apabila tanggapan tersebut kita sadari.
Apabila tanggapan-tanggapan yang kita sadari itu langsung berpengaruh pada kehidupan kejiwaan ( berpikir, perasaan dan pengenalan) maka, fungsi tanggapan tadi disebut sebagai fungsi primer. apabila tanggapan-tanggapan yang sudah kita sadari dan ada dibawah sadar masih terus berpengaruh terhadap kehidupan kejiwaan kita, maka fungsi tanggapan itu disebut sebagai fungsi sekunder.
Individu yang memiliki fungsi sekunder lemah atau memiliki fungsi primer dominan, maka mempunyai ciri-ciri khas, banyak gerakannya, lincah , menarik, ramah mudah mengerti, namun dangkal pengetahuaanya, berani, banyak humor, empunyai kecenderunagan berlebih-lebihan, bermulut besar,gembira,akan tetapi juga mudah berkecil hati. Orang yang mempunyai fungsi sekunder dominan memiliki sifat-sifat; suasana hatinya tenang, tekun, hemat, teliti, wataknya tertutup, berbicara dan tertawanya sedikit, sering kelihatan kaku, tidak menarik dan membosankan.

Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan :

1. Pengamatan terikat pada tempat dan waktu,sedang tanggapan tidak terikat pada tempat dan waktu.
2. Obyek pengamatan sempurna dan mendetail,sedangkan obyak tanggapan tidak mendetail dan kabur.
3. pengamatan memerlukan perangsang,sedang pada tanggapan tidak perlu ada perangasang.
4. Pengamatan bersifat sensoris, sedang tanggapan bersifat immaginer.

3. REPRODUKSI DAN ASSOSIASI


Reproduksi adalah pemunculan tanggapan-tanggapan dari keadaan dibawah sadar ( tidak disadari ) ke dalam keadaan disadari. Misalnya mengingat kembali sesuatu yang telah kita amati dan kita alalmi.
Reproduksi dapat juga terjadi karena adanya perangsang atau pengaruh dari luar, misalnya karena melihat gedung fakultas , teringatlah akan dosen-dosennya, teringat akan cinta pertama dikampus.


Assosiasi tanggapan adalah sangkut paut antara tanggapan satu dengan yang lain didalam jiwa. Tanggapan yang berassosiasi cenderung untuk mereproduksi, artinya apabila yang satu disadari, maka yang lain ikut pula disadari.
Bagi psikolog modern hanya mengenal satu hukum assosiasi yaitu hukum kontinuitas, yaitu tanggapan-tanggapan akan terasosiasi satu sama lain, apabila mereka kontinu, berdampingan atau berbatasan satu sama lain, karena timbul bersamaan ( koeksisten ) secara suksesif didalam kesadaran.

4. INGATAN ( MEMORY )

Ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Jadi ada 3 unsur dalam perbuatan ingatan, yaitu menerima kesan-kesan, menyimpan dan mereproduksikan.
Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali dari sesuatu yang pernah dialami. Prestasi ingatan berhubungan erat dengan kondisi jasmani, misalnya kelelahan, sakit.Ingatan paling tajam pada diri manusia ialah kurang lebih pada masa kanak-kanak (10-14 tahun), dan ini baik sekali untuk daya ingatan mekanis yakni daya ingatan yang hanya untuk kesan-kesan penginderaan. Sesudah umur ini, kemampuan mencamkan dalam ingatan juga dapat dipertinggi, tetapi hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian ( daya ingatan logis ), berlangsung antara umur 15-50 tahun.

Cara penyelidikan ingatan:

1. Metode mempelajari ( the learnining methode ): metode ini untuk menyelidiki kemampuan ingatan dengan cara melihat sampai sejauh mana yang diperlukan atau usaha yang dijalankan oleh subyek, untuk dapat menguasai materi yang dipelajari denagan baik.
2. Metode mempelajari kembali (the relearning methode ): metodo ini merupakan metode yang berbentuk dimana subyek disuruh mempelajari materi kembali yang pernah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu seperti mempelajari materi tersebut pada saat pertama kali.
3. Metode rekonstruksi : metode ini berbentuk dimana subyek disuruh mengkonstruksi kembali suatu materi yang diberikan kepadanya.
4. Metode mengenal kembali : metode ini digunakan dengan mengambil bentuk dengan cara pengenalan kembali.
5. Metode mengingat kembali : metode ini ialah mengambil bentuk subyek disuruh mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.
6. Metode assosiasi berpasangan : metode ini mengambil bentuk subyek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan.

5. FANTASI

Fantasi adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tangapan-tanggapan atau bayangan - bayangan baru. Dapat terjadi secara disadari dan secara tidak disadari ( bila individu tidak secar sadar telah dituntut oleh fantasinya ).
Bedanya dengan berpikir :
1. Dengan berpikir kita berusaha untuk menemukan sesuatu yang sudah ada tetapi belum diketahui,dengan berfantasi kita menciptakan sesutu yang belum ada.sesuatu yang baru.
2. Berpikir terikat pada realitas, berfantasi melepaskan kita dari realitas.
Fantasi ada yang berupa fantasi pencipta ( fantasi yang mampu menciptakan hal-hal baru) dan fantasi terpimpin ( fantasi yang dituntun oleh pihak lain ).

Dilihat dari caranya, fantasi dibedakan atas :

1. Fantasi mengabstraksi yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstrasikan beberapa bagian, sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan.
2. Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan mendeterminasi terlebih dahulu.
3. Fantasi mengkombinasi yaitu cara orang berfantasi dimana orang menkombinasikan pengertian-pengertianatau bayangan - bayangan yang ada pada individu bersangkutan

6. BERPIKIR

Berpikir adalah merupakan aktivitas psikis yang intensional dan terjadi apabila seseorang menjumpai problema (masalah) yang harus dipecahkan.





Fungsi berpikir :
1. Membentuk pengertian, yaitu suatu perbuatan dalam proses berpikir ( dengan memanfaatkan isi ingatan ) bersifat riil,abstrak dan umum serta mengandung sifat hakekat sesutu.
2. Membentuk pendapat,yaitu hasil pekerjaan pikir dalam meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan lainnya,antara pengertian satu dengan lainnya dan dinyatakan dalam suatu kalimat.
3. Membentuk kesimpulan, yaitu membentuk pendapat baru yang berdasar atas pendapat-pendapat lain yang sudah ada.
Macam – macam cara menarik kesimpulan :
1. Kesimpulan yang ditarik atas dasar analogi, yaitu apabila seseorang berusaha mencari hubungan dari peristiwa - peristiwa, atas dasar adanya persamaan-persamaan atau kemiripan - kemiripannya.
2. Kesimpulan yang ditarik atas dasar induksi sintetis, yaitu metode berpikir, bertolak dari pengertian yang lebih rendah melompat kepada pengertian yang lebih tinggi, atau dengan kata lain berangkat dari pengertian yang khusus dan fakta yang unik sampai kepada pengertian yang lebih umum dengan ciri-ciri yang umum.
3. Kesimpulan yang ditarik atas dasar deduksi analitis, yaitu metode berpikir yang bertolak dari pengertian lebih tinggi / umum melompat kepada pengertian lebih rendah, dimana seseorang berangkat dari anggapan / proposisi umum menuju pada anggapan yang lebih khusus.

7. INTUISI


Intuisi adalah pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai satu peristiwa atau kebenaran, tanpa perurutan pikiran, mirip dengan ilham.
Intuisi bersifat kreatif dan menjadi bagian dari kehidupan psikis yang tidak disadari.Maka intuisi dapat dianggap sebagai bentuk berpikir tembus langsung dengan menggunakan wawasan insight menanggapi satu situasi.
Intuisi dalam pengertian keyakinan terhadap kebenaran perangsang sendiri tetapi belum ada buktinya itu, sering berlangsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa pada intuisi ini tidak jarang muncul bahaya, yaitu seseorang bertindak spontan atau bertingkah impulsif, hingga dia membuat kesalahan - kesalahan besar yang tidak terampuni.
Pada umumnya kaum wanita lebih intuitif dari pada kaum laki-laki, artinya sering mendapat intuisi. Hal ini mungkin disebabkan bahwa kaum wanita pada umumnya lebih lama merenungkan sesuatu dan lebih banyak hidup dalam alam perasaan.


II. GEJALA PERASAAN ( EMOSI )

A. Pengertihan perasaan

Perasaan termasuk gejala yang dimiliki oleh orang, hanya corak dan tingkatanya yang berbeda. Perasaan tidak termasuk gejala mengenal, walaupun demikian sering juga perasaan berhubungan dengan gejala mengenal.
Apakah perasaan itu ?
Perasaan adalah suatu keadaan kerohanian / peristiwa kejiwaan yag kita alami dengan senang / tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat sobyektif.
Gejala perasaan kita tergantung pada :
1) Keadaan jasmani, misal : badan kita dalam keadaan sakit
2) Pembawaan, misal : orang mempunyai pembawaan perasaan halus, dan sebaliknya.
3) Perasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu.

B. Tiga dimensi perasaan menurut Wundt

Telah kita ketahui bahwa perasaan itu dialami oleh individu sebagai perasaan senang / tidak senang. Namun demikian ada yang memandang bahwa soal senang atau tidak, bukanya satu – satunya dimensi dari perasaan. Menurut W.Wundt : perasaan dialami oleh individu sebagai perasaan senang / tidak senang, tetapi masih dapat dilihat dari diensi lain. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana pendapat dari Wundt mengenai perasaan. sehubungan dengan soal waktu dan perasaan Stern juga membedakan perasaan dalam 3 golongan :
1) Perasaan presens : yang bersangkutan dengan keadaan sekarang yang dihadapi.



2) Perasaan yang menjangkau maju yatu kejadian yang akan datang;
3) Perasaan yang berhubungan dengan waktu – waktu yang telah lalu.

C. Perasaan dan gejala – gejala kejasmanian

Dimuka telah dikatakan bahwa gejala perasaan tidak berdiri sendiri, melainkan bersangkut paut dengan gejala – gejala jiwa yang lain. Bahkan perasaan dengan tubuh ini memang tidak dapat dipisahkan. Misal : orang bercakap – cakap biasanya disertai gerakan tangan.

D. Macam – macam Perasaan

Dalam kehidupan sehari – hari sering didengar adanya perasaan yang tinggi dan rendah, keadaan ini menunjukan adanya klarifikasi dalam perasaan.
Menurut Max seheler tingkatan perasaan dibagi 4 macam :
1) Perasaan tingkat sensoris : perasaan yang berdasarkan atas kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian. Misal : sakit, panas, dll
2) Perasaan ini bergantung pada keadaan jasmani seluruhnya. Misal : rasa segar, lelah,dll
3) Perasaan kejiwaan : perasaan seperti rasa gembira, susah, takut, dll
4) Perasaan kepribadian : perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi. Misal : perasaan harga diri, putus asa, dll

E. Afek dan Stemming ( suasana hati )

Afek adalah peristiwa psikis sebagai rasa ketegangan hebat kuat, yang timbul dengan tiba – tiba dalam waktu singkat, tidak disadari dan disertai dengan gejala – gejala jasmaniah yang hebat pula.
Menurut Wilhem Wundt dalam sebuah analisis introspeksinya telah menemukan affek dalam 3 komponen :
1) Affek yang diserati perasaan senang dan tidak senang;
2) Affek yang menimbulkan kegiatan jiwa atau melemahkan;
3) Affek yang berisi penuh ketegangan dan penuh relaks ( mengendorkan )

Sedang Stemming adalah suasana hati yang berlangsung agak lama, lebih tenang, berkesinambungan dan ditandai dengan ciri – ciri perasaan senang atau tidak senang. Sebab – sebab suasana hati ini pada umumnya ada dalam bawah sadar, namun ada kalanya disebabkan oleh faktor jasaniah. Jika suasana ini konstan sifatnya, maka peristiwa ini disebut humeur.

F. Simpati dan empati

Simpati adalah perasaan terhadap orang lain, yaitu kecendrungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan oleh orang lain ( Feeling with another person ).

Empati adalah suatu kecendrungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain, andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut ( Feeling into a person or thing ).


III. GEJALA KEMAUAN ( KONASI )

A. Pengertihan Kemauan

Kemauan merupakan aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Misal : Seseorang yang mempunyai tujuan untuk menjadi sarjana, dengan dasar kemauan, ia belajar dengan tekun, walaupun mungkin juga sambil bekerja.
Proses kemauan untuk dapat sampai pada tindakan melalui beberapa tingkat :
1) Motif ( alasan, dasar, pendorong )
2) Perjuangan motif ( berlangsung pemilihan )
3) Keputusan
4) Perbuatan kemauan

B. Hasrat Yang Berpusat Pada Kejasmanian

Gejala hasrat ini berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada kejasmanian atau kewiyasaan. Diantara gejala hasrat ini ada yang terdapat pada tumbuh – tumbuhan, hewan, dan juga manusia.

1) Tropisme

Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak ke suatu arah terentu. Gejala ini terdapat pada barang – barang tignkat vegetatif ( tumbuh – tumbuhan ) dan animal ( hewan ).


Misal : Bunga menghadap mengarah matahari, laron terbang menyongsong sinar.
Tropisme dibedakan menjadi 2 :
a) Foto – tropisme ( Fotos = cahaya )
Yaitu tropisme yang timbul sebab adanya rangsangan cahaya Menurut arah geraknya foto – tropisme dibedakan menjadi 2 :
- Foto – tropisme positif : mengarah cahaya. Seperti Laron
- Foto – tropisme negatif : menjahui cahaya. Seperti ikan laut.
b) Helio – tropisme ( helios = matahari )
Yaitu tropisme yang timbuls sebab rangsangan matahari.
Menurut arah geraknya helio – tropisme dapat dibedakan :
- Helio – tropisme positif : bergerak mengarah matahari. Seperti : bunga matahri
- Helio – tropisme neagtif : bergerak menghindari matahari. Seperti : Kelelawar.

2) Refleks

Adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang.
a ) Ciri – ciri gerak refleks :
- terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi
- berlangsung di luar sadar ( tidak disadari )
- bersifat mekanis ( bergerak dengan sendirinya )
- Sangat terikat oleh perangsang tertentu
- Tidak berhubungan erat dengan pusat susunan urat syaraf
- Cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
b) Proses terjadinya gerak refleks
Perangsang pancaindra sel – sel syaraf ensoris urat syaraf motoris reaksi.
c) Macam – macam refleks :
- Refleks bawaan : refleks yang dibawa sejak lahir ( refleks asli / sewajarnya ). Misal : menutup mata karena menentang sinar yang sangat terang, gemetar karena lapar.
- Refleks latihan : refleks yang diperoleh dari pengalaman. Misal : Kecakapan mengendarai sepeda.
- Refleks bersyarat ( conditioned – reflex ) : refleks yang tidak tergantung pada perangsang alam yang asli, tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan rangsang alam tersebut. Supaya timbul asosiasi dengan perangsang alam perlu adanya suatu perantara, yang disebut syarat. Misal : orang yang sedang haus, melihat buah asam air liurnya keluar.

3) Insting

Kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan – dorongan nafsu dan dorongan – dorongan lain.
a) Ciri – ciri insting
- Insting lebih majemuk dari refleks.
- Bergerak ke suatu arah tujuan tanpa memerlukan latihan
- Mwrupakan bawaan, kemampuan alami.
- Berjalan secara mekanis ( dengan sendirinya )
- Sedikit banyak dapat dilatih atau diubah
- Berakar pada dorongan nafsu dan dorongan lain
- Gerak pada hewan sejak lahir tidak berubah, sedang pada manusia berubah
b) Macam – macam Instink
Pada garis besarnya instink dapa dibagi menjadi 3 :
- Dorongan instink mempertahankan diri. Seperti makan, bernafas,bermain, melindungi diri,dll
- Dorongan instink mempertahankan jenis. Seperti : Seksual, membela diri, minta tolong, sosial,dll.
- Dorongan instink mengembangkan diri. Seperti : belajar, menyelidiki, ingin tahu, dll.
c ) Perbedaan instink pada hewan dan manusia
- instink pada hewan
yaitu hewan hanya hidup dan bergerak dalam keadaan tertentu dan sukar menyesuaikan diri dengan keadaan yang serba berubah.
- instink pada manusia
yaitu manusia dapat berubah dan dapat menyesuaikan diri.





5) Automatise

Adalah gejala – gejala yang menimbulkan gerak – gerak terselenggara dengan sendirinya. Gerak ini ada 2 macam :
a) Automatisme asli : gerak automatis yang tidak digerakan oleh gejala hasrat. Seperti : gerak jantung, gerak paru – paru,dll
b) Automatisme latihan : gerak automastis yang terjadi karena sering diulang – ulang. Seperti : berjalan, bersepeda, dll.

6) Kebiasaan

Adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah – olah berjalan dengan sendirinya.
Perbedaan perbuatan kebiasaan dan automatisme :
a) Perbuatan kebiasaan : mulanya dipengaruhi oleh kerja pikir, didahului oeh pertimbangan dan perencanaan.
b) Automatisme : sebelumnya tidak dipengaruhi oleh pekerjaan pikir atau karena banyak diulang / dilatih.

7) Nafsu

Adalah dorongan yang terdapat pada tiap – tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup tertentu. Seperti makan, bertindak, merusak.dll

8) Keinginan

Adalah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Misal : nafsu makan menimbulkan keinginan untuk makan.

9) Kecendrungan( tendency )

Keinginan - keinginan yang sering muncul atau timbul.misal : gemar makan, tamak, berbuat amal, taat pada tuhan, jujur.dll

10) Hawa nafsu

Adalah kecendrungan atau keinginan yang sangat kuat dan mendesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang. Misal : nonton, judi, birahi, minuman keras, judi, dll.

C. Hasrat yang berpusat pada psikologi atau perbuatan kemauan

Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan – tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi.
Ciri – ciri kemauan :
1. Gejala kemauan adalah dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
2. Berhubungan erat dengan satu tujuan.
3. Pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan.
4. Dalam kemauan seluruh pribadi memberikan pertimbangan kemauan.
Proses munculnya kemauan :
1. Momen rangsang – rangsang : atau saat penerimaan : misal : mengerutkan kening, meleletkan lidah;
2. Momen obyektif : saat individu menyadari akan peristiwa dalam psikisnya, kesadaran mana menimbulkan gambaran akan arah yang akan dituju;
3. Momen aktual : saat individu menyadari benar bahwa dirinya sedang mengarhkan pikiranya terhadap perbuatan yang akan dilakukan;
4. Momen sobyetif : saat individu menyadari benar tentang arah tujuannya, sehingga terbentuk kamauan yang sesungguhnya. Inilah saat pengambilan keputusan.

Hal – hal yang mempengaruh kemauan :
1. Keadaan fisik : pengaruh yang berhubungan dengan dengan kindisi jasani, yakni sanggup tidaknya, mampu tidaknya,dll
2. Kadaan materi : bahan – bahn yang digunakan untuk melaksanakan keputusan kemauan;
3. Keadaan milieu ( lingkungan ) : apakah lingkungan dapat membantu atau tidak;
4. Kata hati ( consciensia )

D. Motif, Perkembangan, dan macamnya

1. Motif

Adalah dorongan yang datang dari dalam dirinya untuk berbuat. Misal : orang berlari disebabkan ada dorongan dari dalm dirinya.


Perbuatan organisme dibedakan menjadi 2 macam :
a) Perbuatan yang refleksif : perbuatan yang etrjadi tanpa disadari oleh individu yang bersangkutan. Perbuatan ini adalah reaksi dari stimulus yang diterima tidak sampai pada otak; gambaran rekasi refleksif:
Stimulus resptor efekto respon
b) Perbuatan yang disadari : perbuatan organisme atas dasar adanya motif dari individu yang bersngkutan. Prosesnya adalh sebagai berikut :
Stimulus reseptor pusat efektor respons

2. Perkembangan motif

Manuusia adalah makluk hidup yang mengalami perkembangan. Perkembangan ini berhubungan dengan masalah kemasakan ( maturation ), latihan dan proses belajar.ini juga mempengaruhi keadaan motif yang ada pada individu. Sejak manusia lahir sudah membawa motif – motif tertentu, terutama motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu sebgai organisme, motif ini bersifat alami.tetapi kemudian motif – motif itu sebagai akibat dari perkembangan individu akan mengalami perkembangan juga.

3. Macam – macam motif

Menurut Woodworth dan maquis motif dapat dibedakan menjadi 3 macam :
a) Motif yang berhubungan dengan kejasmanian ( organic needs ) : motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup. Seperti : minum, seks, istirahat, dll.
b) Motif darurat ( emergency motives ) : motif untuk tindakan yang sifatnya segera karena keadaan sekitar menuntutnya. Seperti : motif melepaskan diri dari bahya.
c) Motif obyektif ( obyektive motives ) : Motif untu mengadakan hubungan dengan keadaan sekitarnya, baik terhadap orang – orang atau benda – benda. Seperti : motif minat, motif manipulasi, motif eksplorasi.


IV. GEJALA CAMPURAN

1. PERHATIAN

A. Perhatian dan Kesadaran

Perhatian berhubungan erat dengan kesadaran jiwa terhadap sesuatu obyek yang direaksi pada sesuatu waktu.
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek, baik di dalam maupun di luar dirinya.

B. Syarat – syarat agar perhatian mendapat manfaat sebanyak – banyaknya

1) Inhibisi : pelarangan atau penyingkiran isi kesadaran yang tidak diperlukan, atau menghalang – halngi masuk ke dalam lingkungan kesadaran. Misal : ketika kita akn emnghadapi ujian, maka hendaknya ada inhibisi, yaitu membuang segala apa yang membuat pikiran kita terganggu;
2) Appersepsi : pengerahan denga sengaja semua isi kesadaran, termasuk tanggapan, pengertihan, dan sebagainya yang telah dimiliki dan bersesuaian dengan obyek pengertihan. Misal : kita mempelajari Agama hindu di Indonesia, supaya terjadi peristiwa appersepsi yang sebaik –baiknya, maka kita perlu mempunyai barang – barang peninggalan yang ada hubunganya dengan itu, missal : candi –candi, arca – arca, dll.
3) Adaptasi ( penyesuaian diri ) : penyesuaian diri antara subyek dan obyek.

C. Macam – macam Perhatian

1) Perhatian spontan dan disengaja

Adalah perhatian yang timbul dengan sendirinya oleh karena tertarik pada sesuatu yang tidak didorong oleh kemauan, perhatian, disengaja, yakni kemauan karena adanya tujuan tertentu. Misal : seseorang diberi tugas oleh guru, karena adanya tugas maka seorang siswa tersebut menjadi rajin belajar.

2) Perhatian statsis dan dinamis

Perhatian statis adalah : pehatian yang tetap terhadap sesuatu. Ada seseorang yang dapat mencurajkan kepada sesuatu solah – olah tidak berkurang kekuatanya. Misal : seseorang yang sudah senang sekali dengan musik, maka orang tersebut akan sulit untuk berpindah terhadap obyek lain.

Perhatian dinamis : perhatian yang mudah berubah – rubah, mudah bergerak, mudah berpindah dari obyek satu ke obyek yang lain. Supaya perhatian kita terhadap sesuatu tetap kuat, maka tiap – tiap kali perlu diberi perangsang baru.

3) Perhatian konsentratif dan distributif

Perhatian konsertratif ( perhatian memusat ) : perhatian yang hanya ditunjukkan kepada satu obyek ( masalah ) tertentu. Misal : seseorang sedang memecahkan soal aljabar yang sangat sulit.
Perhatian distributif ( perhatian yang terbagi – bagi ) : dengan sifat ini orang dapat membagi – bagi perhatiannya kepada beberapa arah dengan sekali jalan / dalam waktu yang bersamaan. Misal : guru sedang mengajar, sopir sedang mengemudi mobil.

4) Perhatian sempit dan luas

Perhatian sempit : orang yang mempunyai perhatian sempit dengan mudah dapat memusatkan perhatiannya kepada suatu obyek yang terbatas.
Perhatian luas : orang yang mempunyai perhatian luas mudah sekali tertarik oleh kejadian – kejadian sekelilingnya, perhatiannya tidak mengarah kepada hal –hal tertentu.

5) Perhatian fiktif dan fluktuatif

Perhatian fiktif ( perhatian melekat ) : perhatian yang mudah dipusatkan pada suatu hal yang boleh dikatakan bahwa perhatiannya dapat melekat lama pada obyeknya. Orang demikian biasanya teliti, selektif, dsb.
Perhatian fluktuatif ( bergelombang ) : memperhatikan bermacam – macam hal sekaligus, tetapi kebanyakan tidak seksama.

D. Jenis – jenis perhatian

Perhatian dapat dibeakan menurut bentuk dan sifatnya.

1) Perhatian menurut bentuknya :

a) Perhatian sengaja : perhatian yang terjadi apabila individu ingin menyaring secara kuat dan ingin menangkap kesan penginderaan secara lebih jelas. Misal : seoarnag mahasiswa yang sedang memperhatikan penjelasan seorang Dosen.
b) Perhatian tidak sengaja : perhatian dalam mana tidak ada usaha sadar dari individu, untuk memusatkan perhatiannya pada suatu penginderaan tertentu, tetapi inderanya secara tak sengaja terpusakan pada bagian indera tertentu. Misal : adanya rasa sakit, lapar, haus, dll.
c) Perhatian habitual : kecendrungan individu untuk memusatkan perhatiannya pada hal –hal tertentu dalam setiap keadaan lngkungan dengan meninggalkan perangsang – perangsang lainnya. Misal : ada dua orang berjalan, yang satu ahli biologi dan satunya seorang seniman, maka yang diperhatikan adalah beda.

2) Perhatian menurut sifatnya :

a) perhatian spontan langsung atau direct dan perhatian paksaan : perhatian yang tidak dengan sengaja, individu merasa senang terhadap obyek yang diamati.
b) Perhatian konsentratif dan perhatian distributif yaitu mengacu pada obyek yang diamati.
c) Perhatian sempit dan perhatian perseveratif : manakala terjadi fiksasi dan perhatian kepada satu obyek yang terbatas.
d) Perhatian sembarangan ( random attention ) : perhatian yang tidak tetap, mudah berubah – ubah, berpindah – pindah dari obyek satu ke obyek yang lain, dn tidak tahan lama.


2. KELELAHAN


A. Gejala kelelahan pada manusia

Adalah gejala berurangnya manusia untuk melakukan sesuatu.

B. Sebab – sebab kelelahan

1) Kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jasamani. Misal : menyangkul, berolahraga, berjalan jauh, dll.
2) Kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jiwa. Misal : memikirkan masalah – masalah yang pelik, mengerjakan soal – soal hitungan, dll.




C. Macam – macam kelelahan

1) kelelahan jasmani : kalau kekuatan jasmani berkurang, maka tidak dapat melakukan sesuatu dengan semestiny.
2) Kelelahan rohani : klau kekuatan jiwa berkurang, maka tidak dapat melakukan pekerjaan psikis dengan semestinya.

D. Hubungan kelelahan jasmani dan rohani

Manusia adalah suatu psiko – somatis, selamanya tidak dapat diadakan pemisahan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu kelelahan jasmani tidak dapat dipisahkan dengan kelelahan rohani, dan sebaliknya. Hal – hal yang mungkin terjadi :
1) baik kelesuan jasmani maupun rohani dirasakan oleh seluruh tubuh
2) pekerjaan jasmani dapat menimbulkan kelelahan jasmani pun dapat menimbulkan kelelahan rohani;
3) pekerjaan rohani dapat enimbulkan kelelahan jasmani;
4) kelelahan jasmani dapat mengurangkan kegiatan jiwadan jasmani.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa antara jasmani dan rohani mempunyai hubungan timbal bali dan saling mempengaruhi.

E. Usaha –usaha untuk menghilangkan kelesuan

Cara menghilangkan lesu pada umumnya orang beristrahat, atau menghentikan apa yang dikerjakan. Tentang menghentikan aktifitas sudah barang tentu harus disesuaikan dengan jenis aktifitasnya.
1) menghentikan pekerjaaan jasmani untuk menghilangkan kelesuan jasmani;
2) Menghilangkan pekerjaan rohani untuk menghilangkan kelesuan rohani;

3. SUGESTI

A. Pengertihan Sugesti

Adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan, dan kemauannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui atau meyakini apa yang dikehendaki dari padanya.

B. Cara – cara untuk menyugesti

1) Dengan membujuk.;
2) Dengan memuji;
3) Denagn menakut – nakuti;
4) Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan.

C. Alat – alat sugesti

Sehubungan dengan cara – cara menyugesti, kita ,engenal alat – alat utuk menamakan pengaruh sugesti kepada pihak lain, antara lain :
1) Mata ( pandangan tajam, lemah lembut, dll )
2) Roan muka ( manis, kasih sayang, dll )
3) Teladan ( tingkah laku yang baik, sopan santun, kejujuran, dll )
4) Gambar ( gambar majalah – majalah, mingguan, buku – buku, dll )
5) Suara ( merdu, sinis, perintah, dll )
6) Warna ( dala reklame, sandiwara )
7) Slogan atau semboyan ( dalam rapat – rapat, pembangunan, dll )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar